Manfaat Serat Dan Biji Cannabis | Biji Fumayin

Biji Fumayin
Beberapa tahun lalu silam tepatnya pada tahun 1990an, pernah ada berita menghebohkan, bahwa bungkil / Ampas pakan ternak dari RRC, tercampur biji ganja, yang benar, bahwa bungkil itu bukan tercampur, melainkan berasal dari biji ganja cannabis sativa, memang dibudidayakan secara luas untuk diambil serat dan bijinya.

Cannabis yang dibudidayakan untuk diambil serat dan bijinya adalah Cannabis sativa L. subsp. sativa var. sativa. ( sebut saja Biji Fumayin ), Kultivar yang diambil seratnya, berbatang tinggi, bisa sampai 4 m, dan cara menanamnyapun selalu ditanam dengan tingkat kepadatan tinggi (jaraknya sangat rapat), Kultivar yang diambil bijinya berbatang lebih pendek, dan ditanam dengan jarak lebih jarang.

Cannabis yang ditanam untuk industri farmasi adalah Cannabis sativa L. subsp. indica (Lam.) Small & Cronq. var. kafiristanica (Vavilov) Small & Cronq. dan Cannabis sativa L. subsp. indica (Lam.) Small & Cronq. var. indica (Lam.) Wehmer.

Serat cannabis disebut hemp, dan merupakan bahan benang (kain), karung, tali, serta kertas, penanaman dan pasca panen hemp, sama dengan kenaf (Hibiscus cannabinus), dan jute (Corchorus olitorius).

Cannabis ditanam dengan menebar biji, lalu setelah tanaman tua, batang dicabut, proses deguming, dilakukan dengan perendaman batang berikut kulitnya pada lumpur.

Biji cannabis dipanen untuk diambil minyaknya, dengan ampas berupa bungkil, pada proses pengepresan, ada saja biji yang terlewat, hingga terikut atau terbawa dalam bungkil, Itulah yang tahun 1990an pernah dihebohkan. 

Sedangkan Ganja, hashish, dan marijuana, dihasilkan dari bunga betina tanaman cannabis, yang sudah cukup tua, berikut dengan daun di sekitar bunga tersebut, Hingga istilah "melinting atau mengisap daun ganja", sebenarnya salah kaprah. 

Bahan aktiv yang terdapat dalam ganja adalah Δ9-tetrahydrocannabinol (delta 9-tetrahydrocannabinol), atau lebih dikenal dengan sebutan THC. 

Cannabis sebagai penghasil serat, minyak dan bungkil, serta bahan obat, sudah dikenal dan dibudidayakan di Asia sejak 10.000 tahun yang lalu (8.000 tahun SM).

Serat cannabis, melalui proses deguming, bisa dipintal tunggal (100% cannabis), tetapi biasanya dengan diblendid (dicampur), biasanya serat cannabis dicampur katun (kapas), sutera, atau rayon, dipintal dan ditenun menjadi kain dan selain untuk bahan kain, serat cannabis juga merupakan bahan tali, terpal, kanvas lukisan, dan karung. 

Di Eropa, serat cannabis digunakan sebagai campuran semen dalam pembuatan batako bahan bangunan. Serat cannabis selain berfungsi sebagai penguat, sekaligus juga membuat batako menjadi lebih ringan, porous, dan tidak memantulkan suara. Lapisan dalam mobil Mercedes-Benz menggunakan "biocomposite", untuk panel-panelnya. Kelebihan dari cannabis adalah bisa tumbuh dengan sangat cepat.

Produksi serat cannabis 250% dibanding kapas species (Gossypium hirsutum, dan Gossypium barbadense), dan 600% dibanding flax (Linum usitatissimum).

Kelebihan cannabis dibanding kapas dan Flax, ia bisa dibudidayakan di kawasan yang lebih basah sedangkan Kapas hanya bisa dibudidayakan di kawasan yang ekstrim kering, dengan sinar matahari 17 jam pada musim panas sedangkan Flex hanya bisa dibudidayakan di kawasan beriklim dingin.

Manfaat biji cannabis/fumayin lebih luas lagi dibanding seratnya, biji cannabis bisa dikonsumsi segar (seperti kacang), untuk snack, tetapi yang paling lazim adalah diambil minyaknya.

Minyak cannabis punya keistimewaan, akan menjadi seperti plastik dan sangat kuat setelah mengering, karena sifatnya ini, minyak cannabis, sama dengan minyak flax, digunakan sebagai media (minyak) untuk melukis, meskipun bersifat seperti plastik, minyak cannabis bisa digunakan sebagai minyak goreng biasa, untuk sourtening pada pembuatan kue, dan juga sebagai bahan kosmetik dan setelah diambil minyaknya, bungkilnya menjadi bahan pakan ternak.

Biji cannabis mengandung nutrisi cukup tinggi, dalam 100 gram biji cannabis terkandung kalori 503, protein 23, karbohidrat 35, serat 35, lemak 30, saturated fat 3, palmitic 16:02, tearic 18:01, monounsaturated fat 4, Oleic 18:1 (Omega-9) 4, polyunsaturated fat 23, linoleic 18:2 (Omega-6) 17, linolenic 18:3 (Omega-3) 5, linolenic 18:3 (Omega-6) 1, Moisture 6, abu 6, vitamin A (B-Carotene) 37 IU, Thiamine (Vit B1) 1 mg, Riboflavin (Vit B2) 1 mg, Vitamin B6 0 mg, Niacin (Vit B3) 1 mg, Vitamin C 1.0 mg, Vitamin D 10 IU, Vitamin E 3 IU, Sodium 0 mg, Calcium 2 mg.

Karena manfaatnya yang sangat luas, serta strategis, cannabis dibudidayakan secara luas di AS, RRC, Taiwan, Australia, Selandia Baru, India, dan Eropa.

Budidaya cannabis sebagai penghasil serat (hemp), maupun penghasil biji, tidak mungkin disalahgunakan untuk menghasilkan ganja, sebab bunga betina cannabis penghasil biji pun, kandungan THCnya sangat rendah, apalagi cannabis penghasil serat, yang tumbuh tinggi, tanpa cabang / ranting yang ada bunganya.

Namun demikian, budidaya cannabis untuk bahan serat maupun diambil bijinya, juga tetap memerlukan pengawasan.

Selama ini Cannabis sativa hanya dikenal sebagai tanaman ganja, padahal Cannabis sativa L, terdiri dari dua sub spesies, yakni :
  1. Cannabis sativa subsp.sativa
  2. Cannabis sativa subsp. indica.

A. Cannabis sativa subsp. sativa, terdiri dari dua varietas, yakni :
  1. Cannabis sativa subsp. sativa var. sativa;
  2. Cannabis sativa subsp. sativa var. spontanea.
B. Cannabis sativa subsp. indica, juga terdiri dari dua varietas, yakni :
  1. Cannabis sativa subsp. indica var. indica,
  2. Cannabis sativa subsp. indica var. kafiristanica.
Dan Dua yang terakhir inilah yang bunga betinanya disebut ganja, Ganja sendiri, di banyak negara bebas digunakan seperti halnya rokok, Sebab efek samping ganja, tidak seberat cocain, morfin, dan heroin.

Di Indonesia, ganja termasuk kategori narkotika yang budidaya serta perdagangannya dilarang, padahal di banyak negara, cannabis adalah tanaman industri sangat penting, dan kita sering mendengar bahwa daun ganja muda enak disayur, minyak biji ganja bisa untuk memasak.

Konon masakan padang diberi bumbu minyak ganja. Itu semua benar, sebab Cannabis sativa, memang bukan hanya tanaman penghasil ganja, hanya saja kembali kepada individu seseorang masing - masing yang menyalahgunakan dengan tidak baik dan memang mempunyai maksud berbeda.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel